Refleksi elegi

By Thirtyniners

Released on April 27, 2019

Thumbnail

Verse (thirtyniners)

Cek one remote di tekan diarahkan televisi

Dibuatnya ketakutan karena ini serupa benci

Geledah gema tawa yang dibayar oleh televisi

Semua banyak omong kosong berbelit fiksasi

Dicabik oleh sinetron - sinetron teramat basi

Apakah kau masih percaya program realiti ?

Menyodorkan kebodohan berimbasnya turbulensi

Masihkah kau mau di bodohi ? Atau berimaji !

Kemiskinan dipelihara negara dijual pada penguasa

Sutradara dari dalam neraka hanya penggembira belaka

Kacung media yang menebar polusi suara

Mengacung pada saat bertanya apakah kau iba ?

Kami manusia bukan komoditi pada televisiĀ 

Merekayasa opini menjual simpati hianati nurani

Ini demokrasi atau monarki kolerasi transparansi telah mati

Dibunuh persentasi komisi janji

Dari lidah yang basahi harga diri

Verse (Joe million)

Siarkan kesialan dan siapkan pundi pundi

Ganti air mata jalan hidup mu ku undi

Seharga nasib malang kantong yg duduki kursi

Menang atau kalah persentase tak terusik

Namun siapa ku sehingga ku, harus mengurusi

Ku tak pernah mau pusing slain mabuk sampai buncit

Beradu macam argumen penonton paling suci

Realita ku selalu tak terganggu televisi

Itu kata hati sebelum, hutang ku menghimpit

Daftar diri kukebiri harga diri hargai ku!

Sebanding dengan tangis yang ku pompa sampai habis

Alasan ku beralih selama aliran tak lari

Ibamu menjadi hal terindah yang ku cari

Tiba mu berbalik dari sedih yang ku beri

Hilang semua janji ganti hati yang tak lagi

Kenal makna gila akal hilang jalanilah

Chorus :

Angkat hancurkan

Melekat ledakan

Sertai pukulan

Kedalam pikiran 2x

Verse (thirtyniners)

Lempar nada dari metronom 93

Ketukan boombap efiel mengudara

Kini Menyeruak kedalam kecil telinga

Hingga sadar otakmu telah di cuciĀ  daya

Melamun diantara sahut sorai tertawa

Yang kalian amini tepat didepannya

Kebohongan mereka buat , memakan iba

Selamat hari ini kartunmu telah usai di bajak realita

Kaum reformis tak pernah pesimis

Teoritis dan aktivis meski tak sejalan karena metafisis

Atau teologis tetap optimis menumis politis yang pragmatis

Senada hidup manis namun memakai cara miris

Dari ujung pagi selepas lahap sarap

Mari mari mari ftv mu telah datang merayap

Melahap terus bertahap melalap apa yang bibir itu ucap

Hingga tak sadar kau telah kalap