Released on November 5, 2021

Thumbnail

Sekarang di sini, di kamar lagi

Pintu dikunci, sendiri lagi

Sebatang lagi, sebungkus lagi

Dikoyak sepi, dikoyak sepi


Sekarang mampus, kayak di kampus

Di lantai empat, ancur di tempat

Pahit yang manis, di bawah naga

Nggak bisa nangis, cuma ketawa


Bukan tragedi, breakdown comedy

Tapi nggak lucu, nggak pernah lucu

Jangan ke luar, jangan di luar

Jangan ditahan, biar keluar


Mekanisme defensif, karisma destruktif

Pusaka sejuta umat manusia pasif agresif

Benci mencinta, gue emang naif

Benci orang lain lebih dari benci diri sendiri

Social distancing jauh sebelum pandemi

Ini dendam kalajengking dibawa sampai mati

Sampai lanjut reinkarnasi, sampai sangkakala bunyi

Belom abis, belom kelar, masih ada sisa dengki

Dari insting primordial bukan logika masa kini

Bukan moral artificial kalian yang gue khianati

Sampai dikunyah sеtan di neraka level sеmbilan

Lo makan tuh lawakan dari komedi ilahi

Breakdown comedy, breakdown comedy

Breakdown comedy, breakdown comedy

Breakdown comedy, breakdown comedy

Breakdown comedy, breakdown comedy


Ini bukan tragedi, ini cuma komedi

Ini cuma komedi, ini cuma komedi

Nggak usah ditangisi, nggak ada yang peduli


Ini bukan tragedi, ini cuma komedi

Lebih baik ketawa sendiri di pojokan

Kemana orang-orang?

Satu persatu ngilang bagai anai-anai beterbangan

“Di lantai empat, ancur di tempat Pahit yang manis, di bawah naga”
👍 2
×

Bars ini bisa jadi merujuk ke klub legendaris bernama Stadium yang pernah eksis di Jakarta dari tahun 1990-an hingga secara resmi ditutup di tahun 2014. Klub Stadium merupakan tempat “titik kumpul” pengedaran obat-obatan terlarang yang sifatnya ‘menghancurkan’ pemakai di dance floor.

Selain terkenal karena “24-hour party culture” nya yang legendaris, Stadium juga memiliki patung naga raksasa di langit-langit-nya yang diberi julukan “Eyang Naga” oleh para pengunjung.

“Di lantai empat, hancur di tempat” merujuk ke lantai empat Stadium dimana acara pesta sering digelar, sementara “Pahit yang manis, di bawah naga” merujuk ke patung Eyang Naga.

Selain me-reference Stadium secara subtle di lirik lagu ini, Abim sendiri memiliki moniker lain selain Noise dan Noise from Under bernama “Alumni Stadium”, dan ia telah merilis lagu berjudul “INDONESIAKU” ft. Riski Inrahim menggunakan moniker ini.